Selasa, 06 Maret 2018

Pengertian Kesehatan Secara Umum

Pengertian Kesehatan Menurut WHO

Pengertian Kesehatan menurut wikipedia adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Sedangkan Pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1948  menyebutkan bahwa pengertian kesehatan adalah sebagai “suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan”

Pada tahun 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, mengatakan bahwa pengertian kesehatan adalah “sumber daya bagi kehidupan sehari-hari, bukan tujuan hidup Kesehatan adalah konsep positif menekankan sumber daya sosial dan pribadi, serta kemampuan fisik.


Pengertian Kesehatan Secara Umum


Pengertian Kesehatan Menurut Undang-Undang

Dalam Undang-Undang ini yang pengertian kesehatan adalah:

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.

Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna.

Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.

Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.

Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudahadaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.

Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80 persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapatjaminan kesehatan dari lembaga atau perusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, dan Jamsostek.

Golongan masyarakat yang dianggap ‘teranaktirikan’ dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil dan pedagang. Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri

Aspek-Aspek Kesehatan

Pada dasarnya kesehatan itu meliputi empat aspek, antara lain :
Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.

Kesehatan adalah | Pengertian dan Definisi

Pengertian dan Definisi Kesehatan. Kesehatan adalah kondisi optimal dari pikiran dan fisik seseorang yang memungkinkan orang tersebut dapat menjalani hidup yang berkualitas dan produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Kesehatan berorientasi pada upaya memaksimalkan potensi individu baik secara fisik, intelektual, emosional, sosial, spiritual dan lingkungan.  Kondisi alami dari kesehatan adalah terbebas dari penyakit, cedera ataupun segala sesuatu yang menganggu sistem metabolik makhluk hidup terutama manusia. WHO mengkorelasikan kesehatan dan kepuasan pribadi sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Pengertian Kesehatan

Kesehatan adalah tingkat efisiensi fungsional atau metabolik dari organisme hidup . Pada manusia , itu adalah kondisi umum dari pikiran dan tubuh seseorang . Ada banyak definisi tentang kesehatan, menurut Tipssehatku.com, kesehatan adalah:


  • Kesehatan adalah keadaan prima baik secara mental dan fisik sehingga seseorang dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik dalam lingkungannya.
  • Kesehatan adalah kemampuan merawat diri sendiri yang ditunjukkan dengan menjaga dan meningkatkan fungsi tubuh, kejiwaan, spiritual dan sosial.
Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan. Harta paling berharga umat manusia adalah kesehatan. Tidak ada gunanya kaya, berumur panjang tapi kalau sakit-sakitan. Dahulu kala,  istilah kesehatan hanya memiliki makna “tiadanya penyakit atau pun luka”. Tapi seiring dengan perkembangan zaman, kesehatan bukan hanya tentang penyakit, tapi mencangkup seluruh aspek kehidupan. Seseorang di katakan sehat, jika tubuhnya terbebas dari penyakit, pikirannya bekerja sesuai fungsinya, spiritualnya mempunyai keyakinan, dan mentalnya stabil. Seseorang tidak bisa di katakan sehat, kalau tubuhnya sakit. Tidak bisa di katakan sehat, kalau pikirannya selalu galau dan tidak menentu. Tidak bisa di katakan sehata kalau emosinya tidak stabil. Atau kalau spiriatualnya melenceng dari norma-norma yang telah di tetapkan.
Kesehatan memiliki pengaruh pada berbagai dimensi kehidupan. Kesehatan bukan tentang kebugaran saja. Tetapi kestabilan emosi, kemampuan menjalin hubungan sosial dengan sesama, serta kepuasaan dalam menjalani dan menikmati kehidupannya.
Universitas Carolina Timur mendefinisikan kesehatan sebagai ” integrasi pikiran , tubuh dan jiwa . Kesehatan optimal memungkinkan kita untuk mencapai tujuan kita dan menemukan makna dan tujuan dalam hidup kita. Kesehatan menggabungkan tujuh dimensi kesejahteraan menjadi kualitas hidup. Secara keseluruhan , kesehatan adalah kemampuan untuk menjalani hidup sepenuhnya dan untuk memaksimalkan potensi pribadi dalam berbagai cara. Kesehatan  mewajibkan manusia untuk  terus belajar dan membuat perubahan untuk meningkatkan dan menjaga kondisi tubuh, pikiran, mental dan spiritual. Ketika kita menyeimbangkan fisik , intelektual , emosional , sosial, pekerjaan , aspek spiritual , dan lingkungan hidup , kita mencapai kesehatan yang benar . “
Ada banyak faktor yang diketahui mempengaruhi status kesehatan seseorang, diantaranya adalah termasuk latar belakang, gaya hidup, kondisi sosial ekonomi , dan spiritualitas. Hal-hal tersebut sering dianggap sebagai ” faktor penentu kesehatan”  .

Jenis Obat-obatan Herbal Dan Khasiatnya


Meski teknologi yang saat ini semakin maju dan perkembangan dari jenis obat-obatan semakin lebih bagus, kenyataanya obat yang berasal dari bahan alam atau yang biasa disebut dengan obat herbal semakin banyak digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit dan menjadi salah satu penyembuhan alternatif yang paling digemari.
doktersehat-rempah


Jenis Obat-obatan Herbal Dan Khasiatnya


Banyak yang menggunakan obat herbal dengan alasan bahwa obat herbal lebih aman dibandingkan dengan obat kimia, dan negara yang paling terkenal dengan pengyembuhan alternatif dengan menggunakan obat herbal adalah Cina.
Seperti kita ketahui bersama bahwa obat herbal telah membantu menyembuhkan banyak orang dengan penyakit yang berbeda, meskipun beberapa obat tersebut tidak memiliki klaim terapi, obat herbal masih menjadi pilihan utama sebagai obat yang paling aman dan efektif untuk digunakan. Namun, kita harus berkonsultasi dengan dokter mereka terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengambil salah satu produk herbal.
Jenis obat-obatan herbal dan khasiatnya:
1. Temulawak
Temulawak (Curcuma xanthorhiza roxb) yang termasuk dalam keluarga Jahe (zingiberaceae), temulawak ini sebagai tanaman obat asli Indonesia. Namun demikian Penyebaran tanaman Temulawak banyak tumbuh di pulau Jawa, Maluku dan Kalimantan. Karakteristik temulawak tumbuh sebagai semak tanpa batang, mulai dari pangkalnya sudah berupa tangkai daun yang panjang berdiri tegak. Tinggi tanaman antara 2 m s/d 2,5 m, daunnya panjang bundar seperti daun pisang yang mana pelepah daunnya saling menutup membentuk batang.
Tanaman ini dapat tumbuh subur di dataran rendah dengan ketinggian 750 m diatas permukaan laut, tanaman ini bisa dipanen setelah 8-12 bulan dengan ciri-ciri daun menguning seperti mau mati. Umbinya akan tumbuh di pangkal batang berwarna kuning gelap atau coklat muda dengan diameter panjang 15 cm dan 6 cm, baunya harum dan sedikit pahit agak pedas. Temulawak sudah lama digunakan secara turun temurun oleh nenek moyang kita untuk mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung dan pegal-pegal. Terakhir juga bisa dimanfaatkan untuk menurunkan lemak darah, mencegah penggumpalan darah sebagai antioksidan dan memelihara kesehatan dengan meningkatkan daya kekebalan tubuh.
2. Kunyit
Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis, tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan atau bekas kebun. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl, ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Di daerah Jawa, kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Manfaat utama tanaman kunyit, yaitu sebagai bahan obat tradisional, bahan baku industri jamu dan kosmetik, bahan bumbu masak, peternakan dan lain-lain. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.
3. Keji beling
Keji beling atau orang jawa menyebutnya dengan nama sambang geteh, sementara di tanah pasundan dikenal dengan sebutan remek daging, reundeu beureum, dan orang ternate menyebutnya dengan nama lire. Tumbuhan ini memiliki banyak mineral seperti kalium, kalsium, dan natrium serta unsure mineral lainnya. Disamping itu juga terdapat asam silikat, tannin, dan glikosida. Kegunaannya sebagai obat disentri, diare (mencret) dan obat batu ginjal serta dapat juga sebagai penurun kolesterol. Daun tanaman ini selain direbus untuk diminum airnya, juga dapat dimakan sebagai lalapan setiap hari dan dilakukan secara teratur. Daun keji beling juga kerap digunakan untuk mengatasi tubuh yang gatal kena ulat atau semut hitam, caranya dengan cara mengoleskan langsung daun keji beling pada bagian yang gatal tersebut. Untuk mengatasi diare (mencret), disentri, seluruh bagian dari tanaman ini direbus, selama lebih kurang setengah jam, kudian airnya diminum. Sama juga prosesnya untuk mengobati batu ginjal. Daun keji beling juga dapat mengatasi kencing manis dengan cara dimakan sebagai lalapan secara teratur setiap hari. Demikian pula untuk mengobai penyakit lever (sakit kuning), ambien (wasir) dan maag dengan cara dimakan secara teratur.
4. Sambiloto
Sambiloto (Andrographis paniculata), adalah sejenis tanaman herba dari famili Acanthaceae, yang berasal dari India dan Sri Lanka. Sambiloto juga dapat dijumpai di daerah lainnya, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, serta beberapa tempat di benua Amerika. Genus Andrographis memiliki 28 spesies herba, namun hanya sedikit yang berkhasiat medis, salah satunya adalah Andrographis paniculata (sambiloto). Daun sambiloto banyak mengandung senyawa Andrographolide, yang merupakan senyawa lakton diterpenoid bisiklik.
Senyawa kimia yang rasanya pahit ini pertama kali diisolasi oleh Gorter pada tahun1911, andrographolide memiliki sifat melindungi hati (hepatoprotektif), dan terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol. Khasiat ini berkaitan erat dengan aktifitas enzim-enzim metabolik tertentu, sambiloto telah lama dikenal memiliki khasiat medis. Ayurveda adalah salah satu sistem pengobatan India kuno yang mencantumkan sambiloto sebagai herba medis, dimana sambiloto disebut dengan nama Kalmegh pada Ayurveda. Selain berkhasiat melindungi hati, sambiloto juga dapat menekan pertumbuhan sel kanker. Hal ini disebabkan karena senyawa aktifnya, yakni Andrographolide, menurunkan ekspresi enzim CDK4 (cyclin dependent kinase 4).
5. Tempuyung
Tempuyung (Sonchus arvensis L) termasuk tanaman terna menahun yang biasanya tumbuh di tempat-tempat yang ternaungi, daunnya hijau licin dengan sedikit ungu, tepinya berombak, dan bergigi tidak beraturan. Di dekat pangkal batang, daun bergigi itu terpusar membentuk roset dan yang terletak di sebelah atas memeluk batang berselang seling.
Daun berombak memeluk batang inilah yang berkhasiat menghancurkan batu ginjal, di dalam daun tersebut terkandung kalium berkadar cukup tinggi. Kehadiran kalium dari daun tempuyung inilah yang membuat batu ginjal berupa kalsium karbonat tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal.
Endapan batu ginjal itu akhirnya larut dan hanyut keluar bersama urine, untuk menggunakannya sebagai obat diperlukan lima lembar daun tempuyung segar. Setelah dicuci bersih, daun diasapkan sebentar. Daun tersebut dimakan sekali habis sebagai lalap bersama nasi, dalam sehari kita bisa memakan lalap itu sebanyak tiga kali.
6. Beluntas
Beluntas merupakan tanaman perdu tegak, berkayu, bercabang banyak, dengan tinggi bisa mencapai dua meter. Daun tunggal, bulat bentuk telur, ujung runcing, berbulu halus, daun muda berwarna hijau kekuningan dan setelah tua berwarna hijau pucat serta panjang daun 3,8-6,4 cm. Tumbuh liar di tanah dengan kelembaban tinggi, di beberapa tempat di wilayah Jawa Barat tanaman ini digunakan sebagai tanaman pagar dan pembatas antar guludan di perkebunan.
Beberapa daerah di Indonesia menyebut nama beluntas dengan nama yang berbeda seperti baluntas (Madura), Luntas (Jawa Tengah), dan Lamutasa (Makasar). Secara tradisional daun beluntas digunakan sebagai obat untuk menghilangkan bau badan, obat turun panas, obat batuk, dan obat diare. Daun beluntas yang telah direbus sangat baik untuk mengobati sakit kulit, disamping itu daun beluntas juga sering dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lalapan. Adanya informasi secara tradisional dari masyarakat yang telah lama memanfaatkan daun beluntas sebagai salah satu tanaman obat mendorong para peneliti untuk mengadakan berbagai penelitian guna membuktikan khasiatnya secara ilmiah.

30 Tanaman Herbal Beserta Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

30 Tanaman Herbal Beserta Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Kesehatan sangat penting bagi kita dan merupakan anugerah terindah dari-Nya. Sayangnya tidak semua orang bisa menikmati anugerah terindah ini, sehingga aktivitas sehari-hari terganggu. Padahal gaya hidup sehat dan asupan nutrisi sudah terjaga.
Beberapa orang mengalami gangguan kesehatan dengan atau tanpa sengaja. Ada yang sakit karena keturunan ataupun tertular dari orang lain. Tidak dapat dimungkiri, banyak juga di antara kita yang sudah berobat ke dokter namun tidak kunjung sembuh, bukan? Bahkan beberapa mengalami efek samping dari obat kimia yang dikonsumsi, sehingga menimbulkan penyakit baru.
Nah, dalam artikel ini kita akan membahas tentang manfaat tanaman herbal untuk kesehatan tubuh. Banyak sekali manfaat tanaman obat ini  bagi kesehatan tubuh kita, terutama mampu mengobati penyakit tanpa efek samping bila dikonsumsi dengan benar. Yuk, kita simak berbagai tanaman herbal yang digunakan sebagai bahan dasar dari obat herbal yang diproduksi Harvest Supplement dan manfaatnya untuk mengatasi berbagai penyakit.

Berbagai Macam Tanaman Herbal & Manfaatnya


Keputihan

Beauty Golds - Obat Tradisional Keputihan
  1. Ekstrak Parameria Laevigata (Kayu Rapet)

Tanaman herbal yang berbentuk semak menjalar ini, biasanya tumbuh liar di hutan dataran rendah dan tanah tandus, yang cukup mendapat sinar matahari. Bagi para wanita dan remaja putri, Kayu Rapet ini sangat bermanfaat. Sejak dulu Kayu Rapet yang berasal dari Cina ini, sudah terbukti dapat mengatasi penyakit kewanitaan yaitu keputihan.
Kayu Rapet  berperan sebagai antioksidan, antiradang, dan antialergi sehingga dapat mengurangi berbagai penyakit lain seperti risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, serta penyakit Alzemeir. Kulit Kayu Rapet  juga berkhasiat sebagai obat rahim, nyeri sehabis bersalin, bekas jerawat, disentri, koreng dan luka-luka.
  1. Ekstrak Piper Betle (Daun Sirih)

Tanaman sirih  yang asli Indonesia ini, biasanya tumbuh baik di daerah dengan iklim sedang hingga basah. Selain itu, tanaman merambat ini juga menyukai tempat yang mendapat cahaya matahari penuh.  Tanaman Daun Sirih banyak ditemui di dataran rendah dan dataran tinggi, khususnya di tanah yang subur.
Daun Sirih menjadi bahan alami yang efektif untuk mengatasi masalah keputihan dan  pembersih daerah kewanitaan. Kandungan Chavicol pada ekstrak daun Sirih berfungsi sebagai antiseptik, sehingga dapat membasmi jamur penyebab keputihan,  melancarkan haid, dan menghilangkan bau badan.

Kesehatan Wajah dan Kulit

  1. Ekstrak Curcumae Domestica (Kunyit)

Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan menyebar hingga ke benua Australia dan Afrika. Kunyit cocok hidup di tempat terbuka dan tumbuh baik di daerah dengan intensitas cahaya yang baik. Tanaman ini bisa tumbuh subur di dataran rendah dan dataran tinggi dengan tanah gembur.
Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat sebagai antihepatotoksik, enthelmintik, antiedemik, analgesic, antiinflamasi dan antioksidan. Antioksidan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan wajah dan kulit. Rimpang kunyit berfungsi sebagai antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah, mengatasi malaria, sakit perut, memperbanyak ASI, sebagai obat cacing, mengatasi keseleo, memar, dan rematik. Minyak atsiri pada kunyit dapat mengatasi diare.
  1. Ekstrak Garcinia Mangostana (Kulit Manggis)

Manggis  adalah tanaman eksotis yang berasal dari Kepulauan Nusantara. Pohon ini  tumbuh di daerah tropis serta tanah subur di dataran rendah, hingga ketinggian 1.000 m dpl. Kandungan antioksidan pada kulit buahnya, bermanfaat untuk meremajakan kulit, sehingga dapat mencegah penuaan dini, memutihkan kulit, menghilangkan jerawat dan flek hitam.
Kulit manggis juga mengandung senyawa Xanthone, yang merupakan bioflavonoid dengan sifat sebagai antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Senyawa Xanthone sebagai antioksidan dapat menetralisir radikal bebas yang masuk atau diproduksi di dalam tubuh, mencegah penuaan organ tubuh, mencegah penyakit jantung, mencegah kanker, dan kebutaan serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  1. Ekstrak Kaemferia Galanga (Kencur)

Tanaman rempah dan bumbu ini berasal dari Indonesia, khususnya banyak tumbuh di Pulau Jawa. Kencur tumbuh subur di dataran rendah atau tanah gembur dengan sedikit air di daerah pegunungan. Tanaman rempah ini juga dapat tumbuh di pot atau di halaman, yang cukup mendapat sinar matahari dan tidak terlalu basah.
Berdasar penelitian, ekstrak Kaemferia Galanga ini dapat menyembuhkan bekas luka, khususnya jerawat. Sementara ekstrak Etanol pada rimpang Kencur, memiliki efek daya hambat terhadap jamur penyebab penyakit kurap kulit.

Diabetes

Harvest Sanodia - Obat Herbal Diabetes Alami
  1. Swietenia Mahogany Semen (Ekstrak Biji Mahoni)

Pohon tropis ini berasal dari daerah Hindia Barat dan Afrika. Saat ini banyak tumbuh liar di hutan jati dan tempat dekat pantai. Pohon Mahoni menyukai tempat yang langsung terkena sinar matahari dan dapat bertahan di tanah gersang, meski tidak disiram selama berbulan-bulan.  Biji Mahoni dengan kandungan antioksidan digunakan secara empiris dalam pengobatan herbal Diabetes. Berdasarkan penelitian, ekstrak Etanol biji Mahoni efektif menurunkan kadar glukosa dalam darah.
  1. Cinnamomum Burmani Cortex (Ekstrak Kayu Manis)

Tanaman Kayu Manis ini berasal dari Sri Lanka dan banyak tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian 500 – 1.500 m dpl. Tanaman herbal ini dapat tumbuh dengan baik di hampir seluruh  wilayah Indonesia, yang merupakan daerah beriklim tropis basah.  Tanah tempat tumbuh yang cocok, yaitu tanah yang banyak mengandung humus, berpasir, dan mudah menyerap air.
Pertumbuhan tanaman herbal Kayu Manis  ini membutuhkan sinar matahari dan akan semakin baik jika kelembabannya tinggi. Ekstrak Kayu Manis terbukti mengandung Saponin, Sinamaldehid, Polifenol dan Flavonoid, yang memiliki efek menurunkan kadar gula dalam darah.
  1. Momordica Charantia Fructus (Ekstrak Pare)

Tanaman Pare berasal dari wilayah Asia tropis terutama di Hindia bagian barat. Tanaman ini bersifat merambat dan bisa hidup dengan baik di dataran rendah maupun tinggi. Lokasi yang paling sesuai untuk tempat hidup Pare berada di antara ketinggian 1 – 1500 meter dpl. Tanaman Pare juga bermanfaat bagi kesehatan. Ekstrak buah Pare memiliki efek antidiabetik yang bisa menurunkan kadar gula darah.

Glucoscare Tea - Teh Herbal Diabetes
  1. Gymnema Sylvestre (Penghancur Gula)

Gymnema Sylvestre yang dikenal sebagai penghancur gula, mungkin masih asing di telinga kita. Tanaman herbal berbentuk kayu yang merambat ini berasal dari India dan banyak ditemukan di Afrika. Daunnya digunakan untuk membuat obat, yaitu untuk mengatasi efek diabetes serta telah lama digunakan dalam pengobatan ayurweda.
Saat ini, tanaman tropis ini digunakan untuk mengatasi sindrom metabolisme, diabetes mellitus, batuk, dan menurunkan berat badan. Di Afrika, tanaman ini juga digunakan untuk mengobati penyakit malaria dan gigitan ular.
  1. Serbuk Kelopak Bunga Hibiscus Sabdariffa (Rosella)

Rosella berasal dari Benua Afrika dan sering digunakan sebagai selai atau jeli.  Tanaman ini dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis hangat dengan kelembaban 70%.
Awalnya Rosella banyak digunakan sebagai tanaman hias dan minuman penghangat. Dalam perkembangannya, Rosella dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit yaitu untuk membantu proses pengolahan gula dalam tubuh.


Melangsingkan Tubuh dan Menjaga Kesehatan

Harvest Tummy Slim - Obat Pelangsing Alami
  1. Ekstrak Aloe Vera (Lidah Buaya)

Lidah buaya berasal dari daerah kering di Benua Afrika. Oleh karena manfaatnya yang luar biasa, tanaman berduri ini sudah dimanfaatkan sejak beribu tahun yang lalu. Sementara tanaman tropis ini mudah tumbuh, terutama di tempat yang mendapatkan cukup sinar matahari, tetapi juga dapat bertahan di cuaca dingin.
Bagian lendir dari daun lidah buaya dapat melindungi kulit terutama sebagai penyembuh luka. Selain masalah kulit, lidah buaya bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki sistem pencernaan.
  1. Camellia Sinesis (Teh Hijau)

Teh hijau yang merupakan salah satu jenis tanaman  keluarga Theaceae ini, berasal dari daratan Asia Selatan dan Tenggara. Namun, saat ini telah banyak dibudidayakan baik di daerah tropis maupun subtropis.  Teh yang berkualitas tinggi banyak ditanam di ketinggian hingga 1500 m dpl dan dipangkas agar mudah dipetik.
Teh selain sebagai minuman, juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.  Teh hijau khususnya mengandung antioksidan alami. Antioksidan akan melindungi tubuh dari serangan radikal bebas yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif, seperti jantung, diabetes, kanker, hipertensi dan lain-lain. Selain itu, teh hijau juga bermanfaat untuk melangsingkan tubuh.
  1. Ekstrak Cair Guazuma Ulmifolia (Jati Belanda)

Daun Jati Belanda dengan daun lebar ini berasal dari Amerika tropik dan sudah banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman herbal ini  bisa tumbuh di dekat pantai maupun daerah pegunungan. Tanaman Daun Jati Belanda ini tahan kering, jadi bisa tumbuh di tempat kering dan biasa tumbuh liar di hutan atau ditanam di halaman rumah. Daun Jati Belanda yang sering rontok saat musim kemarau ini, berkhasiat untuk mencegah penyerapan lemak dan melangsingkan tubuh.

Hipertensi dan Kardiovaskular


Harvest Sanotens - Obat Herbal Darah Tinggi

  1. Apium Graveolens (Ekstrak Seledri)

Tanaman Seledri berasal dari daerah subtropis Eropa dan Asia. Tanaman rempah ini banyak tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian 900 m dpl serta membutuhkan suhu udara yang lembab.
Daun seledri  atau Apium Graveolens dapat dimanfaatkan untuk terapi herbal sebagai pengobatan alternatif hipertensi. Ekstrak Seledri mengandung beberapa zat yang dapat menurunkan tekanan darah, yaitu Apiin, Manitol, Apigenin, dan Potassium.
  1. Andrographis Paniculata Herba (Ekstrak Daun Sambiloto)

Tanaman Sambiloto berasal dari negara-negara beriklim tropis di Asia, yang  tersebar di wilayah India, Malaysia, dan Indonesia. Tanaman herbal ini mudah tumbuh di tempat terbuka, baik di dataran rendah dan dataran tinggi. Daun Sambiloto terbukti mampu menurunkan tekanan darah sehingga dapat mengatasi hipertensi. Selain itu, dapat melancarkan fungsi kardiovaskular.
  1. Gynura Segetum Herba (Ekstrak Daun Dewa)

Daun Dewa yang berasal dari Myanmar dan Cina ini, sangat bermanfaat bagi kesehatan. Oleh karenanya banyak dibudidayakan masyarakat di pekarangan rumah.  Daun Dewa bila digunakan dalam jangka waktu tertentu, terbukti dapat membantu menurunkan tekanan darah atau mengatasi penyakit hipertensi. Selain itu juga melancarkan fungsi kardiovaskular.

Asam Urat & Masalah Persendian

Harvest Sanouri - Obat Herbal Asam Urat
  1. Sida Rhombifolia (Sidaguri)

Daun Sidaguri mudah ditemukan di dataran rendah wilayah Indonesia karena sesuai dengan iklim tropisnya. Saat ini tanaman yang berasal dari Eurasia ini, telah menyebar ke seluruh negara tropis di dunia. Tanaman ini dapat tumbuh liar di tepi jalan, di hutan, halaman rumput, di ladang dan semua tempat dengan sinar matahari yang cukup. Ekstrak daun Sidaguri ini diketahui mengandung etanol, yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.
  1. Elephantopus scaber (Tapak Liman)

Tanaman ini berasal dari Amerika dan banyak tumbuh di  kebun, tepi rumah, dan ladang yang dekat dengan sumber air. Tapak Liman yang tumbuh menempel di atas tanah ini, memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman herbal Tapak Liman terbukti mengandung ekstrak etanol, yang dapat dimanfaatkan secara empiris untuk menurunkan kadar asam urat darah.
  1. Hedyotis Corimbosa (Rumput Mutiara)

Rumput Mutiara merupakan tanaman rumput liar dari famili Rubiaceae. Rumput ini tumbuh subur di tanah yang lembab seperti di halaman rumah, kebun kosong yang basah, tepi jalan, bahkan selokan. Rumput mutiara ini banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat di wilayah Cina, India, dan kawasan Asia Tenggara.
Selain dapat mengatasi penyakit asam urat, Rumput Mutiara dapat mengobati bermacam penyakit lain. Tercatat penyakit yang dapat diatasi dengan tanaman herbal ini yaitu kanker, kanker payudara, dan lambung. Rumput Mutiara juga dapat berfungsi antiradang usus dan hati, menjaga fungsi hati, sirkulasi aliran darah, serta kesemutan dan nyeri badan.
  1. Zingiber Officinale (Jahe)

Jahe berasal dari wilayah Asia Pasifik yang tersebar dari India hingga dataran Cina.  Selanjutnya, tanaman herbal ini tersebar ke seluruh dunia dari negara-negara tropis di Benua Asia dan Kepulauan Pasifik hingga Benua Afrika, Amerika Selatan, Hawai, Australia dan Selandia Baru. Sedangkan di Indonesia, Jahe dapat tumbuh di semua wilayah.
Jahe memiliki banyak manfaat dibandingkan tanaman herbal lainnya. Selain bermanfaat sebagai bahan baku obat tradisional atau jamu,  jahe yang mengandung Gingerol ini telah mulai dimanfaatkan sebagai obat fitofarmaka. Bahan aktif  Gingerol ini,  bermanfaat untuk mengatasi rasa nyeri pada otot, tulang, dan sendi.
Selain bermanfaat mengobati persendian, tanaman Jahe yang bisa menghangatkan badan ini, banyak manfaatnya sehingga banyak dibudidayakan di halaman rumah, kebun, bahkan di tegalan. Salah satunya, Jahe dapat bermanfaat sebagai antinyeri pada penderita asam urat. Bahkan hanya dengan pemberian kompres menggunakan jahe, dapat mengurangi sakit asam urat pada penderita.

Melancarkan Pencernaan

Oyama Slim Tea - Teh Pelangsing Alami
  1. Serbuk Daun Cassia Angustifolia (Senna Leaves)

Tanaman herbal yang dikenal sebagai Daun Jati Cina ini berasal dari Benua Afrika dan tumbuh subur di daerah tropis. Tanaman ini tumbuh liar seperti semak di iklim tropis maupun nontropis dengan tinggi mencapai 2-3 meter. Daun Jati Cina atau dikenal dengan Daun Senna ini, terbukti berkhasiat dapat mengatasi sakit sembelit  dan melancarkan pencernaan.
  1. Senna Folium (Senna)

Senna Folium adalah tumbuhan yang berasal dari Afrika dan Timur Tengah khususnya Sudan dan Mesir. Tanaman Senna tumbuh  di seluruh daerah tropis. Namun, karena kemampuan tumbuhan ini untuk beradaptasi, beberapa jenis Senna dapat tumbuh di daerah beriklim  sedang.
Saat ini sekitar 50 jenis Senna, telah dibudidayakan karena manfaatnya bagi kesehatan. Jenis daun Senna ini  dapat digunakan untuk mengatasi penyakit disentri. Selain itu, daun Senna bermanfaat sebagai ekspektoran,  pembalut luka,  dan dapat mengatasi demam, penyakit kulit, gonorea, dispepsia, wasir, hingga hemoroid.

Libido dan Kesuburan Pria

Harvest Valeo - Obat Kuat Kesuburan Pria Tradisional Alami
  1. Pimpinella Alpina (Purwoceng)

Purwoceng  atau Pimpinella Alpina ini sering disebut sebagai “Viagra Jawa” karena berkhasiat untuk meningkatkan libido pria. Tanaman ini memang asli berasal dari Indonesia dan banyak tumbuh di dataran tinggi seperti dataran tinggi Dieng.
Penelitian menunjukkan dalam tanaman ini terdapat zat yang dapat meningkatkan produksi testosteron pada pria. Hasil penelitian memungkinkan Purwoceng dan Pasak Bumi, dapat digunakan untuk meningkatkan spermatogenesis. Peningkatan spermatogenesis pada akhirnya dapat membantu pasangan infertilitas untuk mendapatkan keturunan.
  1. Tribulus Cistoides L

Tanaman yang termasuk dalam famili Zigophyllaceae ini,  berasal dari Bulgaria dan dibawa ke Indonesia oleh pelaut Portugis. Tanaman Tribulus ini tumbuh liar dan menjalar di tempat berpasir, kering, dan tandus. Namun, tanaman ini bisa juga tumbuh di tanah yang subur. Pemberian herbal Tribulus Cistoides L terbukti dapat memberikan efek positif bagi libido pria.
  1. Eurycomae Longifolia Jack (Pasak Bumi)

Tumbuhan Pasak Bumi banyak ditemukan di negara Indonesia dan Malaysia dan saat ini juga tumbuh di Thailand, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam. Tanaman ini  biasanya tumbuh di rerimbunan hutan dataran rendah dan di tanah yang agak kusam dan berpasir. Pasak Bumi memang jarang tumbuh di dataran tinggi di atas 500 m dpl. Di Indonesia sendiri, tanaman ini dapat kita jumpai di hutan pedalaman Kalimantan dan Pulau Sumatra.
Pasak Bumi mengandung ekstrak ethanolic, yang sangat berguna untuk menambah hormon testosteron pada pria.  Seduhan serbuk akar Pasak Bumi dengan air, terbukti dapat meningkatkan libido, ketahanan ereksi pria, dan memulihkan kesegaran tubuh.
  1. Panax Ginseng (Ginseng Korea)

Panax Ginseng ini berasal dari Korea dan banyak tumbuh di belahan bumi utara terutama di Korea, Siberia, Manchuria, dan Amerika Serikat. Sementara di Indonesia sendiri, tanaman Ginseng yang  disebut sebagai “Ginseng Jawa” juga tumbuh dan memiliki khasiat yang sama.
Radix ginseng yang merupakan akar kering Panax Ginseng ini, menjadi obat untuk masalah impotensi pria. Selain itu, Panax Ginseng juga bermanfaat sebagai antioksidan, antikanker, serta dapat mengatasi masalah gastritis atau pencernaan. Berdasar riset klinis, Ginseng dapat memperbaiki fungsi imun, psikologis, dan kondisi diabetes.

Kesehatan Liver

Harvest Sanoliv - Obat Herbal Hepatitis Liver
  1. Ekstrak Fructus Schizandrae

Tanaman herbal ini banyak dibudidayakan di kebun dan tumbuh subur di hampir semua jenis tanah. Namun, Fructus Schizandrae ini akan tumbuh dan berkembang dengan baik bila berada di tempat yang teduh dan terlindung. Buah Schisandrae ini banyak dijumpai  di negeri Tiongkok.
Ekstrak Fructus Schizandrae efektif melindungi liver dari racun serta memiliki antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Selain itu, dapat membantu metabolisme anabolik yang penting bagi perlindungan dan perbaikan sel liver yang rusak.
  1. Curcuminoid (Ekstrak Temulawak)

Temulawak berasal dari Indonesia khususnya tumbuh di Pulau Jawa. Saat ini, budidaya Temulawak dikembangkan di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Selain di Asia Tenggara, Temulawak juga bisa ditemui di China, Indochina, India, Korea, Jepang, Barbados, Amerika Serikat, serta beberapa negara Eropa.
Tanaman ini berhabitat di hutan tropis dan bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1500 meter dpl. Rimpang Temulawak ini pun bisa berkembang dengan baik di tanah. Ekstrak Temulawak dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal dan melindungi kerusakan liver.
  1. Silymarin (Ekstrak Milk Thistle)
Silymarin atau Ekstrak Milk Thistle berasal dari Benua Eropa dan saat ini banyak tumbuh di Amerika. Tanaman ini tumbuh subur di daerah lembab di tanah berbatu dan udara pantai. Silymarin yang mengandung antioksidan ini, memiliki perlindungan dan kuratif terhadap hepar atau hati.
Demikianlah, beragam manfaat dari 30 tanaman herbal untuk kesehatan tubuh. Semoga dapat menambah pengetahuan Anda tentang pengobatan herbal, mengingat saat ini termasuk mudah untuk mendapatkan ekstrak tanaman herbal berkhasiat, yang telah dikemas dan dijual bebas di seluruh Indonesia.

Stroke & Kolesterol

BROWN-SEAWEED - tanaman herbal ganggang cokelat
  1. Laminaria Japonica (Ganggang Coklat)
Laminaria Japonica atau Ganggang Coklat banyak tumbuh dan dibudidayakan di Korea, Cina, dan Jepang, bahkan sudah tercatat lebih dari 1000 tahun silam dalam literatur Cina kuno. Sedangkan selama 100 tahun terakhir, Laminaria telah banyak dimanfaatkan juga di Amerika Serikat.
Rumput Laut coklat ini telah terbukti secara ilmiah mengandung fukoidan yang bermanfaat untuk menghambat virus sistem imun dan pertumbuhan sel kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kolesterol, antidiabetik, antioksidan, dan proteksi radiasi.