30 Tanaman Herbal Beserta Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh
Kesehatan
sangat penting bagi kita dan merupakan anugerah terindah dari-Nya.
Sayangnya tidak semua orang bisa menikmati anugerah terindah ini,
sehingga aktivitas sehari-hari terganggu. Padahal gaya hidup sehat dan
asupan nutrisi sudah terjaga.
Beberapa orang mengalami gangguan
kesehatan dengan atau tanpa sengaja. Ada yang sakit karena keturunan
ataupun tertular dari orang lain. Tidak dapat dimungkiri, banyak juga di
antara kita yang sudah berobat ke dokter namun tidak kunjung sembuh,
bukan? Bahkan beberapa mengalami efek samping dari obat kimia yang
dikonsumsi, sehingga menimbulkan penyakit baru.
Nah, dalam artikel
ini kita akan membahas tentang manfaat tanaman herbal untuk kesehatan
tubuh. Banyak sekali manfaat tanaman obat ini bagi kesehatan tubuh
kita, terutama mampu mengobati penyakit tanpa efek samping bila
dikonsumsi dengan benar. Yuk, kita simak berbagai tanaman herbal yang
digunakan sebagai bahan dasar dari obat herbal yang diproduksi Harvest
Supplement dan manfaatnya untuk mengatasi berbagai penyakit.
Berbagai Macam Tanaman Herbal & Manfaatnya
Keputihan
Ekstrak Parameria Laevigata (Kayu Rapet)
Tanaman
herbal yang berbentuk semak menjalar ini, biasanya tumbuh liar di hutan
dataran rendah dan tanah tandus, yang cukup mendapat sinar matahari.
Bagi para wanita dan remaja putri, Kayu Rapet ini sangat bermanfaat.
Sejak dulu Kayu Rapet yang berasal dari Cina ini, sudah terbukti dapat
mengatasi penyakit kewanitaan yaitu keputihan.
Kayu Rapet
berperan sebagai antioksidan, antiradang, dan antialergi sehingga dapat
mengurangi berbagai penyakit lain seperti risiko penyakit jantung dan
pembuluh darah, kanker, serta penyakit Alzemeir. Kulit Kayu Rapet juga
berkhasiat sebagai obat rahim,
nyeri sehabis bersalin, bekas jerawat, disentri, koreng dan luka-luka.
Ekstrak Piper Betle (Daun Sirih)
Tanaman
sirih yang asli Indonesia ini, biasanya tumbuh baik di daerah dengan
iklim sedang hingga basah. Selain itu, tanaman merambat ini juga
menyukai tempat yang mendapat cahaya matahari penuh. Tanaman Daun Sirih
banyak ditemui di dataran rendah dan dataran tinggi, khususnya di tanah
yang subur.
Daun Sirih menjadi bahan alami yang efektif untuk mengatasi masalah keputihan dan pembersih daerah kewanitaan. Kandungan
Chavicol
pada ekstrak daun Sirih berfungsi sebagai antiseptik, sehingga dapat
membasmi jamur penyebab keputihan, melancarkan haid, dan menghilangkan
bau badan.
Kesehatan Wajah dan Kulit
Ekstrak Curcumae Domestica (Kunyit)
Tanaman
ini berasal dari Asia Tenggara dan menyebar hingga ke benua Australia
dan Afrika. Kunyit cocok hidup di tempat terbuka dan tumbuh baik di
daerah dengan intensitas cahaya yang baik. Tanaman ini bisa tumbuh subur
di dataran rendah dan dataran tinggi dengan tanah gembur.
Kurkuminoid pada kunyit berkhasiat sebagai
antihepatotoksik,
enthelmintik,
antiedemik,
analgesic,
antiinflamasi dan antioksidan. Antioksidan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan wajah dan kulit. Rimpang kunyit berfungsi sebagai
antikoagulan,
antiedemik,
menurunkan tekanan darah, mengatasi malaria, sakit perut, memperbanyak
ASI, sebagai obat cacing, mengatasi keseleo, memar, dan rematik. Minyak
atsiri pada kunyit dapat mengatasi diare.
Ekstrak Garcinia Mangostana (Kulit Manggis)
Manggis
adalah tanaman eksotis yang berasal dari Kepulauan Nusantara. Pohon
ini tumbuh di daerah tropis serta tanah subur di dataran rendah, hingga
ketinggian 1.000 m dpl. Kandungan antioksidan pada kulit buahnya,
bermanfaat untuk meremajakan kulit, sehingga dapat mencegah penuaan
dini, memutihkan kulit, menghilangkan jerawat dan flek hitam.
Kulit manggis juga mengandung senyawa
Xanthone, yang merupakan
bioflavonoid dengan sifat sebagai antioksidan, antibakteri, antialergi, antitumor, antihistamin, dan antiinflamasi. Senyawa
Xanthone
sebagai antioksidan dapat menetralisir radikal bebas yang masuk atau
diproduksi di dalam tubuh, mencegah penuaan organ tubuh, mencegah
penyakit jantung, mencegah kanker, dan kebutaan serta dapat meningkatkan
sistem kekebalan tubuh.
Ekstrak Kaemferia Galanga (Kencur)
Tanaman
rempah dan bumbu ini berasal dari Indonesia, khususnya banyak tumbuh di
Pulau Jawa. Kencur tumbuh subur di dataran rendah atau tanah gembur
dengan sedikit air di daerah pegunungan. Tanaman rempah ini juga dapat
tumbuh di pot atau di halaman, yang cukup mendapat sinar matahari dan
tidak terlalu basah.
Berdasar penelitian, ekstrak
Kaemferia Galanga ini dapat menyembuhkan bekas luka, khususnya
jerawat. Sementara ekstrak
Etanol pada rimpang Kencur, memiliki efek daya hambat terhadap jamur penyebab penyakit kurap kulit.
Diabetes
Swietenia Mahogany Semen (Ekstrak Biji Mahoni)
Pohon
tropis ini berasal dari daerah Hindia Barat dan Afrika. Saat ini banyak
tumbuh liar di hutan jati dan tempat dekat pantai. Pohon Mahoni
menyukai tempat yang langsung terkena sinar matahari dan dapat bertahan
di tanah gersang, meski tidak disiram selama berbulan-bulan. Biji
Mahoni dengan kandungan antioksidan digunakan secara empiris dalam
pengobatan herbal Diabetes. Berdasarkan penelitian, ekstrak
Etanol biji Mahoni efektif menurunkan kadar glukosa dalam darah.
Cinnamomum Burmani Cortex (Ekstrak Kayu Manis)
Tanaman
Kayu Manis ini berasal dari Sri Lanka dan banyak tumbuh di daerah
tropis dengan ketinggian 500 – 1.500 m dpl. Tanaman herbal ini dapat
tumbuh dengan baik di hampir seluruh wilayah Indonesia, yang merupakan
daerah beriklim tropis basah. Tanah tempat tumbuh yang cocok, yaitu
tanah yang banyak mengandung humus, berpasir, dan mudah menyerap air.
Pertumbuhan
tanaman herbal Kayu Manis ini membutuhkan sinar matahari dan akan
semakin baik jika kelembabannya tinggi. Ekstrak Kayu Manis terbukti
mengandung
Saponin, Sinamaldehid, Polifenol dan
Flavonoid, yang memiliki efek menurunkan kadar gula dalam darah.
Momordica Charantia Fructus (Ekstrak Pare)
Tanaman
Pare berasal dari wilayah Asia tropis terutama di Hindia bagian barat.
Tanaman ini bersifat merambat dan bisa hidup dengan baik di dataran
rendah maupun tinggi. Lokasi yang paling sesuai untuk tempat hidup Pare
berada di antara ketinggian 1 – 1500 meter dpl. Tanaman Pare juga
bermanfaat bagi kesehatan. Ekstrak buah Pare memiliki efek antidiabetik
yang bisa menurunkan kadar gula darah.
Gymnema Sylvestre (Penghancur Gula)
Gymnema Sylvestre
yang dikenal sebagai penghancur gula, mungkin masih asing di telinga
kita. Tanaman herbal berbentuk kayu yang merambat ini berasal dari India
dan banyak ditemukan di Afrika. Daunnya digunakan untuk membuat obat,
yaitu untuk mengatasi efek diabetes serta telah lama digunakan dalam
pengobatan ayurweda.
Saat ini, tanaman tropis ini digunakan untuk mengatasi sindrom metabolisme,
diabetes mellitus, batuk, dan menurunkan berat badan. Di Afrika, tanaman ini juga digunakan untuk mengobati penyakit malaria dan gigitan ular.
Serbuk Kelopak Bunga Hibiscus Sabdariffa (Rosella)
Rosella
berasal dari Benua Afrika dan sering digunakan sebagai selai atau
jeli. Tanaman ini dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis hangat
dengan kelembaban 70%.
Awalnya Rosella banyak digunakan sebagai
tanaman hias dan minuman penghangat. Dalam perkembangannya, Rosella
dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit yaitu untuk membantu proses
pengolahan gula dalam tubuh.
Melangsingkan Tubuh dan Menjaga Kesehatan
Ekstrak Aloe Vera (Lidah Buaya)
Lidah
buaya berasal dari daerah kering di Benua Afrika. Oleh karena
manfaatnya yang luar biasa, tanaman berduri ini sudah dimanfaatkan sejak
beribu tahun yang lalu. Sementara tanaman tropis ini mudah tumbuh,
terutama di tempat yang mendapatkan cukup sinar matahari, tetapi juga
dapat bertahan di cuaca dingin.
Bagian lendir dari daun lidah
buaya dapat melindungi kulit terutama sebagai penyembuh luka. Selain
masalah kulit, lidah buaya bisa dimanfaatkan untuk
memperbaiki sistem pencernaan.
. Camellia Sinesis (Teh Hijau)
Teh
hijau yang merupakan salah satu jenis tanaman keluarga Theaceae ini,
berasal dari daratan Asia Selatan dan Tenggara. Namun, saat ini telah
banyak dibudidayakan baik di daerah tropis maupun subtropis. Teh yang
berkualitas tinggi banyak ditanam di ketinggian hingga 1500 m dpl dan
dipangkas agar mudah dipetik.
Teh selain sebagai minuman, juga
bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Teh hijau khususnya mengandung
antioksidan alami. Antioksidan akan melindungi tubuh dari serangan
radikal bebas yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif, seperti
jantung, diabetes, kanker, hipertensi dan lain-lain. Selain itu, teh
hijau juga bermanfaat untuk
melangsingkan tubuh.
Ekstrak Cair Guazuma Ulmifolia (Jati Belanda)
Daun
Jati Belanda dengan daun lebar ini berasal dari Amerika tropik dan
sudah banyak tumbuh di Indonesia. Tanaman herbal ini bisa tumbuh di
dekat pantai maupun daerah pegunungan. Tanaman Daun Jati Belanda ini
tahan kering, jadi bisa tumbuh di tempat kering dan biasa tumbuh liar di
hutan atau ditanam di halaman rumah. Daun Jati Belanda yang sering
rontok saat musim kemarau ini, berkhasiat untuk
mencegah penyerapan lemak dan melangsingkan tubuh.
Hipertensi dan Kardiovaskular
Apium Graveolens (Ekstrak Seledri)
Tanaman
Seledri berasal dari daerah subtropis Eropa dan Asia. Tanaman rempah
ini banyak tumbuh di dataran tinggi dengan ketinggian 900 m dpl serta
membutuhkan suhu udara yang lembab.
Daun seledri atau
Apium Graveolens
dapat dimanfaatkan untuk terapi herbal sebagai pengobatan alternatif
hipertensi. Ekstrak Seledri mengandung beberapa zat yang dapat
menurunkan tekanan darah, yaitu
Apiin, Manitol, Apigenin, dan
Potassium.
Andrographis Paniculata Herba (Ekstrak Daun Sambiloto)
Tanaman
Sambiloto berasal dari negara-negara beriklim tropis di Asia, yang
tersebar di wilayah India, Malaysia, dan Indonesia. Tanaman herbal ini
mudah tumbuh di tempat terbuka, baik di dataran rendah dan dataran
tinggi. Daun Sambiloto terbukti mampu menurunkan tekanan darah sehingga
dapat
mengatasi hipertensi. Selain itu, dapat melancarkan fungsi kardiovaskular.
Gynura Segetum Herba (Ekstrak Daun Dewa)
Daun
Dewa yang berasal dari Myanmar dan Cina ini, sangat bermanfaat bagi
kesehatan. Oleh karenanya banyak dibudidayakan masyarakat di pekarangan
rumah. Daun Dewa bila digunakan dalam jangka waktu tertentu, terbukti
dapat
membantu menurunkan tekanan darah atau mengatasi penyakit hipertensi. Selain itu juga melancarkan fungsi kardiovaskular.
Asam Urat & Masalah Persendian
Sida Rhombifolia (Sidaguri)
Daun
Sidaguri mudah ditemukan di dataran rendah wilayah Indonesia karena
sesuai dengan iklim tropisnya. Saat ini tanaman yang berasal dari
Eurasia ini, telah menyebar ke seluruh negara tropis di dunia. Tanaman
ini dapat tumbuh liar di tepi jalan, di hutan, halaman rumput, di ladang
dan semua tempat dengan sinar matahari yang cukup. Ekstrak daun
Sidaguri ini diketahui mengandung
etanol, yang dapat
menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Elephantopus scaber (Tapak Liman)
Tanaman
ini berasal dari Amerika dan banyak tumbuh di kebun, tepi rumah, dan
ladang yang dekat dengan sumber air. Tapak Liman yang tumbuh menempel di
atas tanah ini, memiliki manfaat bagi kesehatan. Tanaman herbal Tapak
Liman terbukti mengandung ekstrak
etanol, yang dapat dimanfaatkan secara empiris untuk
menurunkan kadar asam urat darah.
Hedyotis Corimbosa (Rumput Mutiara)
Rumput Mutiara merupakan tanaman rumput liar dari famili
Rubiaceae.
Rumput ini tumbuh subur di tanah yang lembab seperti di halaman rumah,
kebun kosong yang basah, tepi jalan, bahkan selokan. Rumput mutiara ini
banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat di wilayah Cina, India, dan
kawasan Asia Tenggara.
Selain dapat mengatasi penyakit asam urat,
Rumput Mutiara dapat mengobati bermacam penyakit lain. Tercatat penyakit
yang dapat diatasi dengan tanaman herbal ini yaitu kanker, kanker
payudara, dan lambung. Rumput Mutiara juga dapat berfungsi antiradang
usus dan hati, menjaga fungsi hati, sirkulasi aliran darah, serta
kesemutan dan nyeri badan.
Zingiber Officinale (Jahe)
Jahe
berasal dari wilayah Asia Pasifik yang tersebar dari India hingga
dataran Cina. Selanjutnya, tanaman herbal ini tersebar ke seluruh dunia
dari negara-negara tropis di Benua Asia dan Kepulauan Pasifik hingga
Benua Afrika, Amerika Selatan, Hawai, Australia dan Selandia Baru.
Sedangkan di Indonesia, Jahe dapat tumbuh di semua wilayah.
Jahe
memiliki banyak manfaat dibandingkan tanaman herbal lainnya. Selain
bermanfaat sebagai bahan baku obat tradisional atau jamu, jahe yang
mengandung
Gingerol ini telah mulai dimanfaatkan sebagai obat
fitofarmaka. Bahan aktif
Gingerol ini, bermanfaat untuk
mengatasi rasa nyeri pada otot, tulang, dan sendi.
Selain
bermanfaat mengobati persendian, tanaman Jahe yang bisa menghangatkan
badan ini, banyak manfaatnya sehingga banyak dibudidayakan di halaman
rumah, kebun, bahkan di tegalan. Salah satunya, Jahe dapat bermanfaat
sebagai
antinyeri pada penderita asam urat. Bahkan hanya dengan pemberian kompres menggunakan jahe, dapat mengurangi sakit asam urat pada penderita.
Melancarkan Pencernaan
Serbuk Daun Cassia Angustifolia (Senna Leaves)
Tanaman
herbal yang dikenal sebagai Daun Jati Cina ini berasal dari Benua
Afrika dan tumbuh subur di daerah tropis. Tanaman ini tumbuh liar
seperti semak di iklim tropis maupun nontropis dengan tinggi mencapai
2-3 meter. Daun Jati Cina atau dikenal dengan Daun Senna ini, terbukti
berkhasiat dapat
mengatasi sakit sembelit dan melancarkan pencernaan.
Senna Folium (Senna)
Senna
Folium adalah tumbuhan yang berasal dari Afrika dan Timur Tengah
khususnya Sudan dan Mesir. Tanaman Senna tumbuh di seluruh daerah
tropis. Namun, karena kemampuan tumbuhan ini untuk beradaptasi, beberapa
jenis Senna dapat tumbuh di daerah beriklim sedang.
Saat ini
sekitar 50 jenis Senna, telah dibudidayakan karena manfaatnya bagi
kesehatan. Jenis daun Senna ini dapat digunakan untuk mengatasi
penyakit
disentri. Selain itu, daun Senna bermanfaat
sebagai ekspektoran, pembalut luka, dan dapat mengatasi demam,
penyakit kulit, gonorea, dispepsia, wasir, hingga hemoroid.
Libido dan Kesuburan Pria
Pimpinella Alpina (Purwoceng)
Purwoceng atau
Pimpinella Alpina
ini sering disebut sebagai “Viagra Jawa” karena berkhasiat untuk
meningkatkan libido pria. Tanaman ini memang asli berasal dari Indonesia
dan banyak tumbuh di dataran tinggi seperti dataran tinggi Dieng.
Penelitian menunjukkan dalam tanaman ini terdapat zat yang dapat
meningkatkan produksi testosteron pada pria. Hasil penelitian memungkinkan Purwoceng dan Pasak Bumi, dapat digunakan untuk meningkatkan
spermatogenesis. Peningkatan
spermatogenesis pada akhirnya dapat membantu pasangan infertilitas untuk mendapatkan keturunan.
Tribulus Cistoides L
Tanaman yang termasuk dalam famili
Zigophyllaceae
ini, berasal dari Bulgaria dan dibawa ke Indonesia oleh pelaut
Portugis. Tanaman Tribulus ini tumbuh liar dan menjalar di tempat
berpasir, kering, dan tandus. Namun, tanaman ini bisa juga tumbuh di
tanah yang subur. Pemberian herbal Tribulus Cistoides L terbukti dapat
memberikan efek positif bagi libido pria.
Eurycomae Longifolia Jack (Pasak Bumi)
Tumbuhan
Pasak Bumi banyak ditemukan di negara Indonesia dan Malaysia dan saat
ini juga tumbuh di Thailand, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam.
Tanaman ini biasanya tumbuh di rerimbunan hutan dataran rendah dan di
tanah yang agak kusam dan berpasir. Pasak Bumi memang jarang tumbuh di
dataran tinggi di atas 500 m dpl. Di Indonesia sendiri, tanaman ini
dapat kita jumpai di hutan pedalaman Kalimantan dan Pulau Sumatra.
Pasak Bumi mengandung ekstrak
ethanolic, yang sangat berguna untuk menambah hormon testosteron pada pria. Seduhan serbuk akar Pasak Bumi dengan air, terbukti dapat
meningkatkan libido, ketahanan ereksi pria, dan memulihkan kesegaran tubuh.
Panax Ginseng (Ginseng Korea)
Panax
Ginseng ini berasal dari Korea dan banyak tumbuh di belahan bumi utara
terutama di Korea, Siberia, Manchuria, dan Amerika Serikat. Sementara di
Indonesia sendiri, tanaman Ginseng yang disebut sebagai “Ginseng Jawa”
juga tumbuh dan memiliki khasiat yang sama.
Radix ginseng yang merupakan akar kering Panax Ginseng ini, menjadi obat untuk
masalah impotensi pria.
Selain itu, Panax Ginseng juga bermanfaat sebagai antioksidan,
antikanker, serta dapat mengatasi masalah gastritis atau pencernaan.
Berdasar riset klinis, Ginseng dapat memperbaiki fungsi imun,
psikologis, dan kondisi diabetes.
Kesehatan Liver
Ekstrak Fructus Schizandrae
Tanaman herbal ini banyak dibudidayakan di kebun dan tumbuh subur di hampir semua jenis tanah. Namun,
Fructus Schizandrae
ini akan tumbuh dan berkembang dengan baik bila berada di tempat yang
teduh dan terlindung. Buah Schisandrae ini banyak dijumpai di negeri
Tiongkok.
Ekstrak
Fructus Schizandrae efektif
melindungi liver dari racun
serta memiliki antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Selain
itu, dapat membantu metabolisme anabolik yang penting bagi perlindungan
dan perbaikan sel liver yang rusak.
Curcuminoid (Ekstrak Temulawak)
Temulawak
berasal dari Indonesia khususnya tumbuh di Pulau Jawa. Saat ini,
budidaya Temulawak dikembangkan di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan
Thailand. Selain di Asia Tenggara, Temulawak juga bisa ditemui di China,
Indochina, India, Korea, Jepang, Barbados, Amerika Serikat, serta
beberapa negara Eropa.
Tanaman ini berhabitat di hutan tropis dan
bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi dengan
ketinggian 1500 meter dpl. Rimpang Temulawak ini pun bisa berkembang
dengan baik di tanah. Ekstrak Temulawak dapat bermanfaat untuk
menjaga kesehatan ginjal dan melindungi kerusakan liver.
- Silymarin (Ekstrak Milk Thistle)
Silymarin
atau Ekstrak Milk Thistle berasal dari Benua Eropa dan saat ini banyak
tumbuh di Amerika. Tanaman ini tumbuh subur di daerah lembab di tanah
berbatu dan udara pantai. Silymarin yang mengandung antioksidan ini,
memiliki perlindungan dan kuratif terhadap hepar atau hati.
Demikianlah,
beragam manfaat dari 30 tanaman herbal untuk kesehatan tubuh. Semoga
dapat menambah pengetahuan Anda tentang pengobatan herbal, mengingat
saat ini termasuk mudah untuk mendapatkan ekstrak tanaman herbal
berkhasiat, yang telah dikemas dan dijual bebas di seluruh Indonesia.
Stroke & Kolesterol
- Laminaria Japonica (Ganggang Coklat)
Laminaria Japonica
atau Ganggang Coklat banyak tumbuh dan dibudidayakan di Korea, Cina,
dan Jepang, bahkan sudah tercatat lebih dari 1000 tahun silam dalam
literatur Cina kuno. Sedangkan selama 100 tahun terakhir, Laminaria
telah banyak dimanfaatkan juga di Amerika Serikat.
Rumput Laut
coklat ini telah terbukti secara ilmiah mengandung fukoidan yang
bermanfaat untuk menghambat virus sistem imun dan pertumbuhan sel
kanker, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi kolesterol,
antidiabetik, antioksidan, dan proteksi radiasi.